birth: Yogyakarta, 25 Mei 1980
address: Kweni Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta
phone: 081328788729
email: rifqisang@yahoo.com
Education 1999 – 2005 Indonesia Institute of Arts, Jogjakarta, Indonesia,
Graduated S.Sn. (Bachelor of Arts), Textile’s Department
awards
Karya terbaik Dies Natalis ISI tahun 2005
Aktifitas pameran 3 tahun terakhir
2007
Pameran seni serat “Fibre Face” di Babaran Segoro Gunung, Yogyakarta
Pameran seni serat ”Fibre Face” di Jakarta art, Jakarta.
Pameran Tanda Mata V di Bentara Budaya Yogyakarta.
Pameran “Neo Nation” Biennale Yogyakarta ke 9, Taman Budaya Yogyakarta.
2008
Pameran “Boys\Girls-Contemporary Art, Youth Life and Culture in Two Parts”, Edwin Gallery, Jakarta.
Project Invasi Objek Private, IVAA Yogyakarta
Pameran Seni rupa, Yasin: The Untranslatable, Jogja Gallery, Yogyakarta
Pameran JOGJA DEATHMATCH, Roommate, Yogyakarta.
Pameran Highlight, dari medium ke Transmedia, Jogja National Museum, Yogyakarta.
Pameran Seni rupa dan presentasi Project Invasi Object Private, Back!, Roommate, Yogyakarta.
2009
FiberFace#2: Evolution, fiber art exhibition, Taman Budaya Yogyakarta
Filed under: Rifqi Sukma
Artist Statement
Rifqi Sukma
Dunia ketaksadaran merupakan sumber inspirasi yang kaya. Karya-karya saya melibatkan berbagai tanda-tanda nirsadar ini dalam pengalaman hidup saya sendiri. Saya menuliskan kalimat-kalimat yang kadang saya sendiri tidak tahu artinya atau tidak lazim digunakan ketika berkomunikasi dalam keseharian, hanya keluar begitu saja saat sendirian.
Sejumlah kata-kata ini saya tuangkan dalam dalam karya. Seni serat bagi saya merupakan suatu medium yang unik, artistik dan mempesona untuk dieksplorasi menjadi karya. Ia bisa dilipat, dijahit, dibordir, diwarna ataupun dipilin sesuai kehendak hati. Dalam berkarya saya mengunakan tehnik sulam, kniting dan bordir, atau penggabungan dari teknik tersebut.
Ketaksadaran bagi saya, juga sebuah mitos yang menyimpan berbagai tanda yang asing, absurd dan tak dikenal. Melalui karya-karya ini, saya Berharap karya-karya ini bisa mengajak audiens untuk melihat apa yang tidak mungkin dalam bahasa.
The subconscious world is a source rich with inspirations. My artworks elaborates various subconscious symbols within my own personal life experiences.
I wrote sentences that sometimes I don’t know the meanings or it’s not commonly used in daily communication, yet they appear whenever I’m alone.
A number of these words I made into artworks. Fiber art for me is a unique medium, artistic and enchanting to be explored into artworks. It could be folded, sewed, embroidered, colored, or coiled according to the heart’s whim. In creating artworks I used the techniques of embroideries and knitting, or a mixture of both techniques.